RSS

Rumah Kentang

Review Film Rumah Kentang

Farah (Shandy Aulia) terpaksa pulang dari Melbourne ke Jakarta demi mengurus adiknya yang bernama Rika (Tasya Kamila), setelah mengetahui kalau ibunda mereka telah meninggal dunia. Sesampainya di Jakarta, Farah menemui dua hal yang membuatnya harus berpikir untuk tidak melanjutkan kuliahnya lagi yaitu menjaga Rika dan keuangan keluarga mereka yang sudah mendekati angka nol.

Farah sendiri tidak pernah benar-benar tahu masalah keluarganya. Semenjak ia lulus SMP, Farah melanjutkan SMA dan kuliah di Melbourne. Ibunya ternyata sudah menjual rumah untuk biaya hidup keluarga dan biaya pendidikan Farah di Melbourne. Farah dan Rika akhirnya tinggal di rumah kontrakan yang cukup besar dan mulai kesulitan dengan biaya sewa yang tidak murah.

Farah pun panik karena itu semua datang terlalu tiba-tiba untuknya. Tapi di surat wasiat milik ibunya ada berita kalau mereka masih memiliki rumah. Rumah yang ibunya pikir adalah investasi yang bagus kerena berada di daerah yang mewah, namun sampai sekarang rumah itu tak pernah laku terjual. Hal itu disebabkan kerena rumah tersebut dikenal sebagai rumah kentang yang dihuni hantu anak kecil. Kerena tidak ada pilihan lain, Farah dan Rika akhirnya terpaksa menempati rumah tersbut dan mulai merasa ada sesuatu yang mengawasinya mereka. Farah mulai terganggu dan Rika pun ketakutan.

Lupakan dengan imej hantu seksi, karena Rumah Kentang adalah film dengan atmospheric horror khas sutradara Jose Poernomo, yang sudah berpengalaman menggarap layar lebar serupa seperti Jelangkung (2001) dan Angkerbatu (2007). Dengan kata lain, jangan harap penonton mendapat tontonan cewek-cewek seksi yang kerap dihantui setan yang sering muncul setiap saat. Di film ini, penonton dipastikan akan dibawa ke dalam mimpi buruk yang menakutkan dan berharap itu tidak terjadi di kehidupan nyata.

Seperti diketahui, Atmospheric horror merupakan salah satu bagian dari genre horor yang lebih menonjolkan nuansa seram ketimbang sosok hantu. Rumah Kentang secara umum adalah seperti itu, rasa seram di film ini ditonjolkan dengan cara yang kreatif seperti munculnya jejak-jejak tangan/kaki misterius di tembok dan lantai, suasana gelap/hujan, suara misterius serta benda-benda yang bergerak dengan sendirinya.

Meskipun sosok hantu yang ditonjolkan di film rumah kentang ini hanyalah berupa anak kecil, namun penonton diyakini akan sering memejamkan mata ketika karakter tersebut muncul di layar. Selain memiliki rupa yang menyeramkan, gaya melangkah dan berjalannya pun di luar dugaan, tentunya dengan cara yang sangat menakutkan. Tak dipungkiri hal tersebut didukung oleh kualitas akting para pemainnya seperti Shandy Aulia, Tasya Kamila dan Gilang Dirgahari. Meskipun masih tergolong pendatang baru di genre horor, namun para aktor/aktris muda tersebut mampu menghidupkan cerita yang diangkat dari kisah nyata ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar